Satu pintu masuk ke Darussalam Indonesia. Pilih pintu untuk mulai menjelajah.
Membenahi cara jamaah menemukan, membaca, dan mengikuti apa yang terjadi di masjid — dari kanal yang terpisah-pisah menjadi satu ekosistem yang konsisten dan mudah diakses.
Angka di atas ditampilkan setelah pengukuran kanal berjalan. Kami memilih mengosongkannya daripada menayangkan perkiraan.
Mendata seluruh kanal yang sudah ada, siapa yang mengelola, serta ke mana jamaah sebenarnya mencari informasi.
Menyederhanakan alur, merapikan struktur informasi, dan menyatukan identitas visual di setiap titik sentuh.
Menyerahkan pengelolaan ke tim internal, memasang pengukuran, dan menjadikan perbaikan sebagai rutinitas.
Alur yang lebih pendek, informasi yang mudah ditemukan, dan bahasa yang jelas untuk jamaah dari segala usia.
Satu identitas yang konsisten di setiap kanal, dengan ritme unggahan yang bisa dijaga tim internal.
Perubahan dijalankan bertahap, diukur, lalu dirapikan — bukan sekali jadi lalu ditinggalkan.
Tiga dokumen kerja untuk pelibatan anak muda di Masjid Darussalam, ditampilkan apa adanya seperti dibuat di Claude Design. Klik salah satu untuk membukanya seukuran penuh.
Ketiga berkas dibuka langsung dari hasil Claude Design, bukan salinan yang ditulis ulang. Gambar di setiap kartu adalah halaman pembuka dokumen aslinya; klik untuk membuka berkasnya secara utuh.
QuranKU 2.0 sedang dalam tahap UAT — versi uji yang bisa langsung dicoba dan dinilai sebelum dirilis. Tiga tautan di bawah adalah pintu masuknya.
Versi 2.0 dibangun dan siap diuji langsung oleh pengguna.
Pengguna mencoba aplikasi dan melaporkan temuan lewat kontak di atas.
Masukan dari UAT ditindaklanjuti sebelum aplikasi dibuka untuk umum.
Tanggal menyusul setelah tahap perbaikan selesai.